Pandangan Para Ahli Tentang Fungsi Manajemen

Dapatkan wawasan mendalam tentang fungsi manajemen dari sudut pandang para ahli dan aplikasikan dalam bisnismu. Baca artikel ini sekarang!
Konten [Tutup]

    Pandangan Para Ahli Tentang Fungsi Manajemen


    Berbagai Pandangan Ahli tentang Pengertian Manajemen

    Manajemen adalah sebuah istilah yang memiliki berbagai definisi dan pandangan dari para ahli. Oleh karena itu, tidak ada definisi yang universal dan bisa diterima secara luas oleh masyarakat. 

    Berikut adalah pandangan beberapa ahli tentang pengertian manajemen:

    1. G. R. Terry

      • menyatakan bahwa manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja yang melibatkan pengarahan dan bimbingan kelompok orang untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi atau maksud-maksud yang nyata.

    2. Hilman

      • mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.

    3. The Liang Gie

      • menyatakan bahwa manajemen adalah unsur yang merupakan rangkaian perbuatan untuk mengarahkan karyawan dan fasilitas kerja agar tujuan organisasi tercapai.

    4. Drs. Oey Liang Lee

      • menyatakan bahwa manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

    5. William H. Newman

      • menyatakan bahwa manajemen adalah fungsi yang berhubungan dengan memperoleh hasil tertentu melalui orang lain.

    6. Renville Siagian

      • menyatakan bahwa manajemen adalah bidang usaha jasa pelayanan yang dikelola oleh tenaga ahli terlatih dan berpengalaman.

    7. Richard L. Daft

      • menyatakan bahwa manajemen adalah pencapaian sasaran-sasaran organisasi secara efektif dan efisien melalui perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian sumber daya organisasi.

    8. Dr. Sp. Siagian

      • menyatakan bahwa manajemen dapat didefinisikan sebagai kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui orang lain.

    9. Marry Parker Follet

      • menyatakan bahwa manajemen adalah seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain.

    Empat Fungsi Manajemen Menurut Hendry Fayol

    Manajemen merupakan suatu proses penting dalam menentukan keberhasilan suatu kegiatan atau pekerjaan. Hendry Fayol, seorang ahli manajemen, mengatakan bahwa manajemen melibatkan serangkaian tahap kegiatan dalam upaya mencapai tujuan suatu organisasi. 

    Ia membagi fungsi manajemen menjadi empat bagian, yaitu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, dan pengawasan.

    1. Perencanaan

      • Perencanaan adalah bagian dari manajemen yang memfokuskan pada penetapan tujuan-tujuan organisasi dan penentuan strategi kebijaksanaan proyek, program, prosedur, metode, sistem, anggaran, dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.

    2. Pengorganisasian

      • Pengorganisasian bertujuan untuk menentukan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi. Proses ini juga melibatkan perancangan dan pengembangan suatu organisasi atau kelompok kerja serta penugasan tanggung jawab dan pendelegasian wewenang.

    3. Penyusunan

      • Penyusunan personalia adalah proses perekrutan, pelatihan, dan pengembangan karyawan serta penempatan dan pemberian orientasi pada lingkungan kerja yang menguntungkan dan produktif.

    4. Pengawasan

      • Pengawasan adalah bagian dari manajemen yang memfokuskan pada penemuan dan penerapan cara dan alat untuk menjamin bahwa rencana dilaksanakan sesuai dengan yang telah ditetapkan.

    Dengan memahami empat fungsi manajemen menurut Hendry Fayol, organisasi dapat menentukan strategi yang tepat untuk mencapai tujuannya dan memastikan bahwa kegiatan-kegiatannya berjalan dengan baik dan teratur.

    4 Fungsi Manajemen Menurut George Terry

    George Terry, seorang ahli manajemen, mengemukakan empat fungsi manajemen utama dalam mencapai tujuan organisasi. 

    Fungsi-fungsi ini adalah perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan.

    Perencanaan (Planning)

    merupakan tahap awal dalam manajemen. Fungsi ini berfokus pada penentuan tujuan dan pembuatan rencana untuk mencapai tujuan tersebut. Perencanaan melibatkan penyusunan strategi dan mempersiapkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Ini juga mencakup identifikasi dan evaluasi kendala yang mungkin terjadi sehingga dapat disiapkan solusinya.

    Pengorganisasian (Organization)

    merupakan tahap selanjutnya dalam manajemen. Fungsi ini berfokus pada pengaturan sumber daya organisasi, termasuk orang, teknologi, dan keuangan, untuk memastikan bahwa tujuan dapat dicapai dengan efisien dan efektif. Ini juga mencakup pembagian tugas dan tanggung jawab serta pembentukan struktur organisasi yang efektif.

    Penggerakan (Actuating)

    adalah fungsi manajemen berikutnya. Fungsi ini berfokus pada motivasi dan pengarahan sumber daya organisasi untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan rencana. Ini melibatkan penggunaan teknik-teknik motivasi dan komunikasi untuk memastikan bahwa sumber daya bekerja secara optimal dan dalam jalur yang benar.

    Pengawasan (Controlling)

    merupakan fungsi manajemen terakhir. Fungsi ini berfokus pada pemantauan dan evaluasi hasil dari gerakan organisasi dan memastikan bahwa mereka sesuai dengan rencana. Ini melibatkan pengukuran kinerja dan mengambil tindakan korektif jika diperlukan untuk memastikan bahwa tujuan dapat dicapai dengan efisien dan efektif.

    Dengan memahami empat fungsi manajemen ini, organisasi dapat memastikan bahwa mereka bekerja dengan baik dan efisien untuk mencapai tujuannya.

    Baca juga : Pengertian Manajemen dan Fungsi-Fungsi Utamanya

    Fungsi Manajemen Menurut Lyndall F. Urwick

    Lyndall F. Urwick merupakan seorang ahli manajemen yang berpengaruh pada abad ke-20. 

    Ia menyatakan bahwa terdapat enam fungsi manajemen utama, yaitu staffing, planning, organizing, controlling, directing, dan coordinating.

    1. Staffing (Penyusunan)

      • Staffing adalah fungsi manajemen yang berkaitan dengan penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan, serta pemberian keterangan mengenai tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang diperlukan bagi pengambilan keputusan.

    2. Planning (Perencanaan)

      • Planning adalah proses penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Urwick menyatakan bahwa perencanaan harus menjawab enam pertanyaan, yaitu: tindakan apa yang harus dikerjakan, alasan melakukan tindakan tersebut, di mana tindakan tersebut harus dilakukan, kapan tindakan tersebut harus dilakukan, siapa yang akan melakukan tindakan tersebut, dan bagaimana melakukan tindakan tersebut.

    3. Organizing (Pengorganisasian)

      • Organizing adalah proses penggabungan dua orang atau lebih untuk bekerja sama dengan cara yang terstruktur dan bertujuan untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran. Fungsi ini menekankan pada pembentukan struktur organisasi yang efektif.

    4. Controlling (Pengawasan)

      • Controlling adalah fungsi manajemen yang bertujuan untuk melakukan penilaian dan koreksi terhadap kegiatan bawahan, sehingga dapat diketahui apakah kegiatan bawahan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.

    5. Directing (Pengarahan)

      • Directing adalah fungsi manajemen yang berkaitan dengan memberikan bimbingan, saran, perintah, atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa tugas bawahan dilaksanakan dengan baik dan tertuju pada tujuan yang telah ditentukan.

    6. Coordinating (Kordinasi)

      • Coordinating adalah fungsi manajemen yang bertujuan untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, atau konflik antar bawahan. Fungsi ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa semua kegiatan yang dilakukan bawahan saling berkoordinasi dan bersinergi, sehingga tercapai sinergi dan efisiensi dalam bekerja.

    Menurut Lyndall F. Urwick, enam fungsi manajemen utama tersebut harus dipahami dan dilaksanakan secara bersama-sama untuk mencapai sukses dalam manajemen. Semua fungsi manajemen memiliki keterkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain.

    Karena itu, manajer harus memahami dan menguasai enam fungsi manajemen tersebut dengan baik agar dapat menjalankan tugasnya secara efektif dan efisien.

    Penerapan enam fungsi manajemen menurut Lyndall F. Urwick harus dilakukan secara berkesinambungan dan terus-menerus. 

    Oleh karena itu, manajer harus memastikan bahwa perencanaan yang dilakukan efektif, organisasi yang dibentuk efisien, pengawasan yang dilakukan tepat, pengarahan yang diberikan tepat sasaran, penyusunan yang dilakukan tepat sasaran, dan koordinasi yang dilakukan baik. 

    Dengan demikian, manajer dapat memastikan bahwa semua kegiatan dalam organisasi berjalan dengan baik dan tercapai sukses yang diinginkan.

    Mengenal Lima Fungsi Manajemen Menurut Harold Koentz

    Harold Koentz, seorang ahli manajemen terkenal, membagi fungsi manajemen menjadi lima bagian utama, yaitu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan. 

    Setiap fungsi memiliki tugas dan tanggung jawab tertentu untuk memastikan bahwa organisasi dapat mencapai tujuannya dengan efektif dan efisien.

    1. Perencanaan (Planning)

      • Perencanaan adalah proses membuat rencana dan memilih aksi yang akan diambil dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Fungsi ini meliputi aktivitas seperti peramalan, pengembangan tujuan, strategi, pemrograman, penjadwalan, penganggaran, pengembangan kebijakan, dan prosedur. Contohnya, seorang manajer dapat membuat rencana bisnis untuk memperkirakan peningkatan penjualan dalam jangka waktu tertentu dan menentukan tindakan yang perlu diambil untuk mencapai target tersebut.

    2. Pengorganisasian (Organizing)

      • Pengorganisasian adalah proses membentuk dan mengelola hubungan kerja antar anggota organisasi. Ini meliputi penugasan tugas, wewenang, dan tanggung jawab kepada setiap individu agar tujuan bersama dapat dicapai secara efektif dan efisien. Contohnya, seorang manajer dapat membentuk tim kerja dan menugaskan tugas-tugas spesifik kepada anggota tim untuk menyelesaikan proyek.

    3. Penyusunan (Staffing)

      • Penyusunan adalah proses perekrutan, seleksi, pelatihan, dan pengembangan karir pegawai untuk memastikan bahwa organisasi memiliki tenaga kerja yang kompeten dan berkualitas. Contohnya, seorang manajer dapat melakukan proses rekrutmen pegawai baru dan memberikan pelatihan untuk memastikan bahwa pegawai dapat bekerja dengan baik dan memenuhi standar organisasi.

    4. Pengarahan (Directing)

      • Pengarahan adalah proses memberikan arahan dan dorongan kepada bawahan untuk mencapai tujuan organisasi. Fungsi ini meliputi pengambilan keputusan, komunikasi, memberikan motivasi, memilih individu yang sesuai, dan memperbaiki pengetahuan dan sikap bawahan. Contohnnya seorang manajer dapat memberikan petunjuk dan bimbingan kepada bawahannya untuk mencapai tujuan organisasi, dan memberikan dukungan dan motivasi untuk memastikan bahwa bawahan memiliki semangat dan kemampuan untuk bekerja dengan baik.

    5. Pengawasan (Controlling)

      • Pengawasan adalah proses memantau dan mengukur kinerja bawahan dan organisasi secara keseluruhan, dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk memastikan bahwa tujuan organisasi dicapai dengan efektif dan efisien. Fungsi ini meliputi pemantauan kinerja, mengukur hasil, membandingkan hasil dengan standar, dan mengambil tindakan koreksi jika diperlukan. Contohnya, seorang manajer dapat memantau kinerja tim kerja dan mengukur hasil pekerjaan untuk memastikan bahwa tujuan organisasi dicapai sesuai dengan rencana.

    Kesimpulan Fungsi manajemen yang dikemukakan oleh Harold Koentz sangat penting bagi keberhasilan sebuah organisasi. Setiap fungsi memiliki tugas dan tanggung jawab tertentu yang harus dilakukan oleh manajer untuk memastikan bahwa tujuan organisasi dapat dicapai dengan efektif dan efisien. 

    Oleh karena itu, manajer harus memahami dan menguasai setiap fungsi manajemen untuk memastikan bahwa organisasi dapat berkembang dan mencapai keberhasilannya.

    Baca juga : Dasar-Dasar Manajemen: Pengertian, Konsep & Fungsi Manajemen

    Fungsi Manajemen Menurut James A. F. Stoner

    James A. F. Stoner adalah seorang ahli manajemen yang memiliki pandangan yang unik mengenai fungsi-fungsi manajemen. Dalam buku "Manajemen" dari Jilid 1 yang diterbitkan dalam bahasa Indonesia, Stoner membahas empat fungsi manajemen yang penting bagi setiap organisasi.

    Pertama adalah Perencanaan (Planning),

    yaitu proses dimana manajer memikirkan tujuan dan kegiatan organisasi sebelum melaksanakannya. Kegiatan ini biasanya didasarkan pada suatu rencana atau logika yang terperinci, bukan hanya mengandalkan tebak-tebakan saja. Perencanaan bertujuan untuk memastikan bahwa setiap kegiatan organisasi berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

    Kedua adalah Pengorganisasian (Organization),

    yaitu proses dimana manajer mengkoordinasikan sumber daya manusia dan sumber daya bahan dalam organisasi. Efektivitas suatu organisasi sangat tergantung pada kemampuan manajer dalam mengerahkan sumber daya yang tersedia untuk mencapai tujuannya. Oleh karena itu, koordinasi yang baik antar sumber daya adalah tugas penting bagi manajer dalam memastikan kesuksesan organisasi.

    Ketiga adalah Memimpin (To Lead),

    yaitu proses dimana manajer mengarahkan dan mempengaruhi bawahan untuk melaksanakan tugas tertentu. Manajer memainkan peran penting dalam membantu bawahan bekerja dengan baik dengan cara menciptakan suasana kerja yang positif.

    Terakhir adalah Pengendalian (Controlling),

    yaitu proses dimana manajer berusaha untuk memastikan bahwa organisasi berjalan sesuai dengan tujuannya. Apabila terjadi permasalahan, manajer harus mencari sebab dan memutuskan tindakan untuk mengarahkan organisasi kembali ke jalur yang benar.

    Dengan memahami empat fungsi manajemen menurut James A. F. Stoner, kita dapat memahami bagaimana proses pengelolaan organisasi dilakukan secara efektif dan terkoordinasi.

    Lima Fungsi Manajemen Menurut Luther Gullick

    Luther Gullick, seorang ahli manajemen yang dikenal sebagai pencetus "Fungsi-fungsi Manajemen", membagi manajemen menjadi lima fungsi utama, yaitu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan koordinasi.

    1. Perencanaan

      • adalah tindakan memilih dan menentukan aktivitas dan sumber daya yang akan dilakukan dan digunakan di masa depan untuk mencapai tujuan tertentu. Perencanaan memikirkan apa yang akan dilakukan, bagaimana melakukannya, dan apa yang harus disediakan untuk melakukan aktivitas tersebut.

    2. Pengorganisasian

      • adalah proses memilih orang-orang dan mengalokasikan sarana dan prasarana untuk mendukung tugas mereka dalam organisasi. Ini juga mengatur mekanisme kerja mereka sehingga dapat memastikan pencapaian tujuan.

    3. Penyusunan

      • berkaitan dengan sumber daya manusia yang akan melakukan kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan dan diorganisasikan. Fungsi ini melibatkan menentukan, memilih, mengangkat, membina, dan membimbing sumber daya manusia.

    4. Pengarahan

      • adalah penjelasan, petunjuk, serta pertimbangan dan bimbingan bagi para petugas agar pelaksanaan tugas berjalan dengan lancar dan sesuai dengan program yang telah ditentukan.

    5. Koordinasi

      • adalah mengimbangi dan menggerakkan tim dengan memberikan tugas yang sesuai dengan masing-masing anggota tim dan menjaga agar kegiatan dilakukan dengan keselarasan. Ini mengajak semua sumber daya manusia bekerjasama menuju satu arah yang telah ditentukan.

    6. Pelaporan

      • adalah fungsi yang berkaitan dengan pemberian informasi kepada manajer, sehingga manajer dapat mengikuti perkembangan dan kemajuan kerja. Pelaporan bisa bersifat vertikal maupun horizontal dan merupakan hal penting dalam pembuatan keputusan oleh manajer.

    Lima fungsi manajemen ini berhubungan satu sama lain dan saling melengkapi untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien.

    5 Fungsi Manajemen Menurut Profesor Oei Liang Lee

    Profesor Oei Liang Lee membagi fungsi manajemen menjadi lima bagian, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan pengawasan. 

    Lebih terperinci, fungsi-fungsi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

    1. Perencanaan (Planning)

      • Perencanaan adalah proses membuat rencana untuk saat ini dan digunakan untuk masa yang akan datang. Langkah-langkah dalam perencanaan menurut Profesor Oei Liang Lee meliputi: menetapkan tujuan, menyusun anggapan, menentukan alternatif tindakan, menilai alternatif yang dipilih, mengambil keputusan, dan menyusun rencana pendukung.

    2. Pengorganisasian (Organizing)

      • Pengorganisasian adalah proses menyusun elemen-elemen utama suatu organisasi agar dapat digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan. Fungsi pengorganisasian sebagai proses ini menciptakan hubungan antara fungsi, personalia, dan faktor fisik dalam suatu organisasi agar semua pekerjaan terarah pada suatu tujuan.

    3. Pengarahan (Directing)

      • Pengarahan adalah aspek hubungan manusiawi dalam kepemimpinan yang memotivasi bawahan untuk bekerja secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan. Pengarahan yang baik harus berpegang pada prinsip mengarah ke tujuan, prinsip keharmonisan dengan tujuan, dan prinsip kesatuan komando.

    4. Pengkoordinasian (Coordinating)

      • Koordinasi sangat penting untuk menciptakan kondisi harmonis dalam suatu organisasi agar tujuan dapat tercapai. Koordinasi antar bagian dan individu dalam organisasi dapat tercapai dengan memperhatikan prinsip kontak langsung, prinsip penekanan pada pentingnya koordinasi, dan prinsip hubungan timbal balik antar faktor yang ada.

    5. Pengawasan (Controlling)

      • Pengawasan adalah proses untuk mengukur seberapa jauh hasil yang dicapai sesuai dengan rencana. Langkah-langkah dalam pengawasan meliputi membuat standar, membandingkan aktivitas dengan standar, dan melakukan tindakan koreksi.

    LihatTutupKomentar